Sep 21, 2020 - By admin
Produsen Faucet Dapur Memperkenalkan Cara Memasang Faucet yang Benar
Pertama, siapkan alat pemasangan dan periksa apakah bagian pendukungnya sudah lengkap sebelum memasang kran. Produsen Keran Dapur memperkenalkan bagian-bagian keran yang umum: selang, ring karet, pancuran, saluran air, kruk, tutup dekoratif, dll.
1. Pemasangan kran baskom lubang tunggal
Saat membeli keran baskom satu pegangan, Anda harus memperhatikan diameter ceratnya. Sebagian besar air yang ada di pasaran berasal dari pipa keras, jadi sebaiknya perhatikan ketinggian cerat atas. Paling cocok untuk turun dari cekungan 35 titik kerja. Selama pemasangan, katup sudut khusus harus dipilih, dan katup sudut harus dipasang pada pipa air panas dan dingin yang keluar dari dinding. Bila ternyata ada jarak antara angle valve dan pipa air pada keran, belilah pipa ekstensi khusus untuk menyambungkannya. Ingat, jangan menggunakan pipa air lain untuk menyambungnya, karena jika tekanan airnya tinggi maka akan mudah jatuh dan air bocor sehingga menyebabkan kerugian. Jika pipa saluran masuk terlalu panjang melebihi pipa saluran keluar, bagian tersebut dapat dipotong sesuai kebutuhan. Jika sudutnya tidak sesuai, Anda dapat menekuknya ke posisi yang Anda butuhkan. Ingat: Jangan membungkuk terlalu keras hingga 90 derajat atau lebih dari 90 derajat. Saat memasang baskom untuk mengalirkan air, jangan lupa untuk membeli konektor kecil pada keran (korslet pada keran). Harap jangan lupa untuk menyiram pipa air yang terkubur di dinding sebelum Anda memasangnya.
2. Pemasangan kran shower dan bathtub (wall hanging)
Setelah Anda membeli pancuran, bak mandi, atau keran yang dipasang di dinding, Anda dapat memilih ketinggian yang sesuai untuk mengubur pipa air. Jarak pipa air panas dan dingin harus mencapai 15 cm. Sebelum pemasangan jangan lupa menyiram pipa air agar air tidak terlalu sadah dan merusak keran.
Keran pancuran dan bak mandi tersembunyi: Setelah membeli keran tersembunyi, inti katup keran biasanya sudah terkubur sebelumnya di dinding. Pastikan untuk memperhatikan ketebalan dinding kamar mandi sebelum menyematkannya. Jika dinding terlalu tipis, inti katup tidak akan tertanam. Jangan melepas penutup pelindung plastik inti katup dengan mudah selama pra-penyematan, untuk menghindari kerusakan pada inti katup akibat semen dan pekerjaan lain selama pra-penyematan. Selain itu, sebaiknya perhatikan arah spool atas dan bawah, kiri dan kanan saat menyematkan spool agar tidak salah spool. Jika keran yang dipasang di dinding sudah terpasang sebelumnya di pipa saluran masuk air, terdapat penyimpangan ukuran, dan kruk yang dapat disesuaikan dapat digunakan untuk mengatur posisinya.
3. Pemasangan keran termostatik
Sebelum memasang keran termostatik, harap periksa apakah pipa air di sebelah kiri panas dan dingin di sisi lain. Ingatlah untuk tidak salah memasang pipa air panas dan dingin agar keran tidak berfungsi dengan baik. Pemanas air berbahan bakar gas dan tenaga surya tidak dapat menggunakan keran termostatik karena tekanan airnya terlalu rendah. Jangan lupa memasang filter air panas dan dingin saat memasang kran termostatik.
4. Pemasangan keran dapur lubang tunggal
Diperlukan kestabilan karena kran dapur sering digunakan dan mudah kendor bila dipindahkan, sehingga mur pengunci harus dikencangkan. Ada beberapa faucet di pasaran untuk memperbaiki pipa sekrup dengan mur yang diperbesar. Efek stabilisasi semacam ini sangat bagus. Jika masalah pembuangan dan pengangkatan air dapat diatasi, ini akan menjadi tren populer di masa depan.