Apr 01, 2020 - By admin
Produsen Wastafel Buatan Tangan Stainless Steel Memperkenalkan Karakteristik Wastafel Yang Berbeda
Wastafel merupakan salah satu alat yang sangat diperlukan di dapur modern untuk mencuci piring atau piring. Wastafel stainless steel dibagi menjadi dua jenis: wastafel regangan dan wastafel manual. Di bawah, Produsen Wastafel Buatan Tangan Stainless Steel merinci dua fitur wastafel yang berbeda.
1. Wastafel manual
Wastafel manual adalah produk kelas menengah hingga atas di pasaran. Setiap proses merupakan proses manual, dan seluruh proses pengolahan dilakukan untuk memastikan keaslian pelat baja tahan karat tidak rusak. Oleh karena itu, retakan dan korosi yang berlubang tidak akan terjadi pada wastafel manual.
Wastafel manual umumnya memiliki ketebalan 1,2-1,5mm. Pelat baja tahan karat dengan ketebalan ini tidak dapat diregangkan pada cetakan, dan akan pecah setelah dicap
2. Peregangan wastafel
Peregangan wastafel, proses pembuatannya meliputi pencukuran, stamping, pemangkasan, penyemprotan, dan pengemasan. Karena proses produksinya yang relatif sederhana, maka tenaga kerja yang digunakan pun tidak banyak. Proses manufaktur yang paling penting adalah stamping. Stamping membutuhkan cetakan tetap, satu cetakan setara dengan satu produk.
Keuntungan: konsumsi lebih sedikit, output rendah, produksi massal, biaya rendah. Kekurangannya adalah produknya relatif tipis, mudah berlubang dan retak saat digunakan. Namun sekarang pada dasarnya wastafel yang lebih baik jarang yang berlubang. Ketebalan cekungan bawah umumnya 0,6 ~ 0,8 mm.
3.Cara membedakan kedua wastafel ini
a. Lapisan mangkuk wastafel peregangan dilubangi oleh mesin, bukan dilas. Jadi tidak ada jalur las pada bagian belakang wastafel regangan, sedangkan wastafel manual dilas.
b.Karena tangki air umum, lapisan anti-kondensasi disemprotkan di bagian belakang untuk menutupinya. Jadi kita bedakan dari depan. Posisi R pada tangki air regangan relatif besar dan terlihat mulus. Posisi R pada wastafel manual relatif kecil, dan umumnya didesain dengan sudut siku-siku atau sudut membulat kecil sebesar R10.
c.Kemudian bedakan dari warnanya. Wastafel manual biasanya memiliki proses yang disebut "pemolesan garis demarkasi", yaitu pemolesan pada titik perpotongan struktur. Tidak ada wastafel peregangan.