Oct 27, 2018 - By admin
Kebocoran Air Pada Kran Dapur Stainless Steel Dan Solusinya
Saat ini, banyak rumah tangga yang telah mendaftar Keran Dapur Baja Tahan Karat sebagai salah satu kebutuhan dapur, dan kran sering digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, hampir dari pagi hingga malam hari, sehingga frekuensi penggunaannya sangat tinggi, menurut saya perawatan sehari-hari juga sangat diperlukan. Maka hari ini kami akan membagikan masalah kebocoran air dan solusinya pada keran dapur stainless steel, dengan mengambil contoh keran tipe dorong.
Keran mengalami masalah bocor sebelum pemeriksaan:
1. Tidak ada kebocoran air pada naga air: hal ini terjadi jika paking poros pada keran aus. Solusi: Sesuai dengan ukuran keran, pilih tang yang sesuai untuk membuka tutup kelenjar keran, dan gunakan klip untuk melepas paking poros yang aus, lalu ganti dengan yang baru untuk mengatasi masalah.
2. Kebocoran air pada sambungan keran: Periksa apakah mur pada sambungan bawah kendor. Solusinya, kencangkan mur atau ganti dengan U-ring yang baru.
3. Penyebab kebocoran air di bagian bawah kran: Hal ini disebabkan oleh keausan segel segitiga di dalam kelenjar. Anda dapat mengendurkan sekrup untuk melepas cangkul, kemudian mengendurkan gland, kemudian melepas gland yang berada di dalam seal gland dan menggantinya dengan yang baru.
Langkah-langkah perawatan kran untuk mengatasi masalah kebocoran air:
Alat persiapan: obeng, pelumas tembus, tang atau kunci pas dan alas yang akan diganti.
Langkah 1. Tutup katup masuk. Lepaskan sekrup kecil pada atau di belakang gagang keran untuk melepaskan pegangan yang menempel pada badan keran. Beberapa sekrup disembunyikan di bawah kancing logam, kancing plastik, atau lembaran plastik yang dipasang atau disekrupkan ke dalam pegangannya. Buka saja tombolnya dan Anda akan melihat sekrup pegangan di bagian atas. Jika perlu, gunakan minyak osmotik seperti WD-40 untuk melonggarkan sekrup.
Langkah 2: Lepaskan pegangan dan lihat bagian-bagian keran. Gunakan tang besar atau kunci pas yang dapat disesuaikan untuk melepas mur pengemas, berhati-hatilah agar tidak meninggalkan goresan pada logam. Putar kumparan atau poros ke arah yang sama seperti saat Anda memutar keran untuk melepaskannya.
Langkah 3: Lepaskan sekrup yang menahan mesin cuci. Jika perlu, gunakan pelumas infiltrasi untuk mengendurkan sekrup. Periksa sekrup dan gulungan dan ganti jika rusak.
Langkah 4: Ganti gasket lama dengan yang baru yang serupa. Gasket baru yang hampir serasi dengan gasket lama umumnya membuat keran tidak lagi menetes. Perhatikan juga bahwa paking lama dibuat miring atau rata dan diganti dengan paking baru yang sama. Gasket yang dirancang hanya untuk air dingin akan membengkak secara signifikan ketika air panas mengalir hingga menghalangi saluran keluar air, sehingga membuat aliran air panas menjadi lebih lambat. Beberapa mesin cuci dapat digunakan dengan air panas dan dingin, tetapi pastikan paking yang Anda beli untuk penggantian sama persis.
Langkah 5: Kencangkan paking baru ke sumbat katup dan pasang kembali bagian-bagian di keran. Putar gulungan searah jarum jam. Setelah spul terpasang, pasang kembali mur pengemas. Berhati-hatilah agar kunci pas tidak tergores pada logam.
Langkah 6: Pasang kembali pegangan dan ganti tombol atau disk. Buka kembali persediaan air dan periksa kebocoran.