Wastafel Dapur Baja Tahan Karat air merupakan produk wastafel dengan bahan utama stainless steel. Secara umum diyakini bahwa baja tahan karat adalah bahan tidak beracun dan salah satu bahan logam yang diakui di dunia yang dapat ditanamkan ke dalam tubuh manusia.
Saat ini, wastafel yang ada di pasaran sebagian besar terbuat dari tembaga, mencapai 95%, sedangkan lemari stainless steel hanya sekitar 5%. Namun, dengan semakin canggihnya proses produksi dari produsen dalam negeri, dikombinasikan dengan karakteristik kesehatan asli, perlindungan lingkungan, dan penggunaan wastafel dapur stainless steel, wastafel dapur stainless steel semakin disukai oleh semakin banyak konsumen dalam beberapa tahun terakhir.
Ambil contoh wastafel dapur baja tahan karat 304 yang umum. Prinsip anti karatnya adalah elemen paduan membentuk lapisan oksida halus, yang menghalangi sentuhan oksigen dan mencegah oksidasi terus menerus. Dalam penerapan praktisnya, baja yang tahan terhadap media korosif lemah umumnya disebut sebagai baja tahan karat, sedangkan baja yang tahan terhadap media kimia disebut sebagai baja tahan asam. Baja tahan karat belum tentu tahan terhadap korosi media kimia, namun baja tahan asam umumnya memiliki sifat karat.
Ketahanan korosi pada baja tahan karat tergantung pada unsur paduan yang terkandung dalam baja tahan karat tersebut. Kromium adalah elemen dasar yang membuat baja tahan karat tahan korosi. Ketika kandungan kromium dalam baja mencapai sekitar 1,2%, kromium bereaksi dengan oksigen dalam media korosif membentuk lapisan oksida tipis pada permukaan baja yang disebut lapisan pasivasi. Substrat yang digunakan untuk mengatur baja semakin terkorosi. Selain kromium, unsur paduan yang umum digunakan adalah nikel, molibdenum, titanium, niobium, tembaga, nitrogen, dll., untuk memenuhi persyaratan struktur dan kinerja baja tahan karat untuk berbagai keperluan.